Jumat, 21 Mei 2010

Kasus Maryoso

Maryoso adalah nama salah seorang (mantan) warga LDII yang memiliki rencana bisnis untuk menanamkan modal di suatu perusahaasn. Orang yang menanamkan modalnya, dalam jangka waktu tertentu akan diberikan bagi hasil sebagai imbalan atas investasi yang dimasukkan.
Untuk mengumpulkan uang dari para investor tersebut, ada orang-orang yang bekerja sebagai pengepul. Pengepul dijanjikan akan mendapatkan uang komisi jika bisa mendapatkan uang dari para investor.

Salah satu 'iming-iming' yang diberitahukan kepada warga adalah bahwa 'Pengurus saja banyak yang ikut lho, masa sampeyan tidak?' atau hal sejenisnya, yang menyebabkan orang banyak yang mau ikut.

Pada awalnya, rencana berlangsung dengan baik. Para investor menanamkan modalnya dan mendapatkan bagi hasil yang dijanjikan. Karena ada keuntungan, para investor menanamkan modal lebih besar lagi, dan lagi, dan lagi, dan lagi.

Setelah beberapa waktu berjalan, ternyata keuntungan tidak keluar lagi. Alasannya bermacam-macam. Perusahaan sedang bermasalah lah, perusahaan saat itu tidak untung, dll.

Usut punya usut, ternyata uang yang diberikan kepada para investor yang diakui sebagai uang bagi hasil itu adalah uang dari investor baru, yang diberikan kepada investor lama. Bisa dikatakan, gali lubang tutup lubang. Dan ini baru diketahui belakangan setelah beberapa lama.

Uang bagi hasil tidak keluar, banyak orang yang mulai curiga. Investor dalam bisnis ini ada yang nilainya berkisar hanya ratusan ribu, jutaan, namun ada juga yang mencapai milyaran. Bahkan ada yang menjual tanah dan rumahnya segala.

Bisnis seperti ini bukan hanya terjadi di bisnis Maryoso, namun juga sudah 'populer' di kalangan umum. Untuk lebih jelasnya, bisnis seperti ini disebut dengan Ponzi Scheme. Anda bisearching di Google untuk mencari tahu lebih jelas mengenai Ponzi Scheme ini, yang intinya adalah usaha 'gali lubang tutup lubang', uang dari investor baru digunakan untuk membayar investor lama.

Kelihatannya, banyak orang, terutama warga LDII yang tertipu bisnis ini. Ya, memang menyedihkan. Namun aksi orang-orang ini yang membuat blog dan mengaitkan-ngaitkan bahwa pengurus LDII yang mempelopori kasus Maryoso adalah sangat tidak bisa diterima. Para pengepul yang banyak berasal dari para pengurus dan para pengepul berusaha sekeras mungkin untuk mengembalikan uang para investor, bahkan banyak yang melunasi dengan menjual harta kekayaannya. Sudah berusaha mati-matian seperti ini, tetap saja ada pihak-pihak yang semakin membuat para pengurus dan para pengepul itu 'sakit'.

Mungkin ada yang bertanya, bagaimana kabarnya Maryoso? Orang-orang yang sakit hati mengatakan bahwa 'LDII menyembunyikan Maryoso'. Padahal, Maryoso sudah entah dari kapan, 'menghilang' dari LDII. Sampai saat ini tidak ada yang tahu di mana keberadaannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar